Tampilkan postingan dengan label Celetukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celetukan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Januari 2008

Dilema Negara, Dilema Kita Bersama

indonesia dilanda dilema, terutama pemimpin negara kita
masalah yg timbul adalah masalah lama yg ga kunjung selesai.
kasus soeharto....

liat acara bincang-bincang di SCTV
kl masyarakat umum, mulai dari pengamat (Hamid Basyaib) dan Pakar hukum tata negara (Saldi Isra) semua berkata bahwa kasus ini harus dilanjutkan demi tegaknya hukum di Indonesia.
namun, tak begitu dengan Assegaf yang menjadi pengacara Soeharto. ia terus membela kliennya.

dalam bincang ini Saldi menyatakan bahwa ia tidak menemukan Pasal 140 KUHAP, bahwa jaksa agung bisa melakukan pemutusan kasus karena sakit permanen.
dan juga hal ini tidak berlaku pada Soeharto!
sakit Soeharto dinyatakan sakit permanen tetapi dapat disembuhkan.


meskipun dilema, mau tak mau kasus ini harus segera diselesaikan!

Senin, 07 Januari 2008

Raja & Ratu di Kerajaan Indonesia

Buka televisi pagi hari penonton Indonesia akan disuguhkan dengan berita pagi dari kalangan selebriti Indonesia, inilah fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini.
Berita mengenai para selebriti menjadi santapan setiap hari pengganti berita aktual kejadin-kejadian mengenai negaranya sendiri. jika kita ingin mendapatkan berita aktual kejadian negeri ini maka bagi mahasiswa harus bangun lebih pagi dari biasanya.

Menyedihkan memang, selebriti dianggap raja dan ratu yang layak diberitakan pagi dan sore hari bersaing dengan berita penting negeri. Jika ditanya apakah ini layak ditonton bagi masyarakat, maka pertanyaan tersebut akan dikembalikan pada penonton, buktinya tayangan ini dapat bertahan dalam waktu yang lama bahkan hingga saat ini. Inilah yang terjadi setiap kali diskusi mengenai siaran-siaran yang ditayangkan televisi terjadi di kelas-kelas yang gue ikuti.


Sekarang bagaimana dengan anda? Saya kira anda bisa memilih sendiri sesuai pendapat anda….

Ingat Susah diwaktu Senang

Udah dua kali baca buku A.T Mahmud Meniti Pelangi nggak pernah buat gue bosen buat baca lagi. Terutama pas semalam liat A.T Mahmud di acara semalam di Sungai Musi. Baca pengantar yang ditulis oleh Emil Salim jadi inget ama keadaan Indonesia sekarang. Emil Salim merupakan teman dari A.T Mahmud waktu sekolah Mizoeho Gakoe-en, sekolah lanjutan sekolah dasar pada masa pendudukan Jepang di Palembang.

Emil salim cerita kalau dulu seorang perwira Jepang yang menjadi pimpinan asrama pernah mengajarkan filsafat sederhana “jika mau makan banyak, tanam dan hasilkan makanan sendiri.” Ini sesuai dengan keadaan mereka waktu itu, untuk dapat makan pada masa kependudukan Jepang mereka harus mencangkul tanah dan menanam ubi, sayur-sayuran serta kacang-kacangan. Untuk pupuk dipakai kotoran manusia yang disedot dari saptic-tank yang sudah disiram kapur untuk menghilangkan baunya.

Sekarang masyarakat Indonesia yang sudah hidup senang tetap saja bersenang, coba mereka tahu gimana susahnya bercocok tanam sampai akhirnya dipanen. Tentu mereka akan lebih menghargai nasib petani kita. Petani ynag bercocok tanam sayuran, berminggu-minggu merawat tanamanya untuk uang yang tak seberapa dari hasil panennya. Buat petani yang menanam padi, berbulan-bulan merawat tanamannya tapi hasilnya tak sebanding dengan yang didapat, konsumen lebih memilih mengkonsumsi beras import dari Negara lain dibanding yang lokal.

Ada banyak sisi lain kehidupan yang tidak kita ketahui, mempelajari sisi lain tersebut akan membuat kita lebih bersyukur dengan kehidupan kita sekarang. Kita tak hanya hidup sendiri, banyak orang disekitar kita. Jika kita tak menyadari hal itu maka ketamakan kitalah yang membuat Indonesia hancur. Dan hal itu telah terjadi sekarang…..

Prestasi Anak Bangsa

Tak banyak yang tahu kalau kemarin seorang anak negeri berhasil mengharumkan nama bangsa tercinta. Stephen Yuwono, seorang pelajar SMA dari Purwokerto berhasil memperoleh mendali emas dalam Olimpiade Sains Internasional. Anak yang menurut orang tuanya tidak memiliki kebiasaan rutin belajar (belajar jika disuruh orang tua) ini sama seperti anak-anak yang lainnya, diluar jam sekolah ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca komik.

Ini salah satu berita manis dari Indonesia yang saya dapatkan, semoga dihari esok menyusul berita-berita manis lainnya bahkan lebih banyak dari berita asam sebelumnya. Amiiin….

Senin, 31 Desember 2007

Dukun VS Tuhan

Kalo inget Indonesia, saya inget sama dukun dan dunia mistis.

Jual tanah saja harus pergi ke dukun, mau usahanya lancar, mau jabatannya bertahan, mau punya wibawa dan ditakuti bawahan juga harus pergi ke dukun.

Mitos-mitos yang berkembang di nusantara ini, seperti orang hamil harus membawa gunting, angka 13 adalah angka sial, diperparah lagi oleh tayangan mistik dan klenik yang berkembang pesat di seluruh media kita, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat.

Parahnya lagi, bukan masyarakat biasa aja yang percaya akan dukun dan dunia mistis. Namun, para petinggi kita menganggap pertolongan dukun dan kehidupan mistis lebih kuat dibandingkan doa-doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Nah lo…. Gimana bangsa ini maju klo pejabatnya tunduk pada dunia setan dan sejenisnya, ya gak????

“Penjahat” Mari Bertaubat

Banjir lagi….

Banjir lagi…

Sedih kl liat kondisi bangsa kita skr! Mau jadi apa ya di masa yg akan dtg?

Korban yg jatuh jg ga sdkt. Semua korban dari ketamakan segelintir orang dengan title “penguasa” (penguasa apa sok berkuasa ya?). gila….semua gila! pengen kaya tp dgn cara cpt, ya hasilnya gitu….ngorbanin banyak orang demi kenikmatan sesaat, khan blm tentu nikmatnya smp akhirat jg. Betul?

Skr apa yg bs kita perbuat untuk bangsa? Nyesel? Yg nyesel mungkin cm rakyat kecil yg walaupun nyesel ttp ga bias berbuat banyak, sedang orang atas tetap aja nyantai mengeruk kekayaan sebanyaknya mumpung masih di atas, toh mereka ga pernah ngerasain apa yg dirasain ama rakyat jelata tadi. Kl di Jakarta banjir smp ke rumah pejabat khan bias lari ke hotel berbintang.

Abrasi, longsor, banjir, gempa….ga tau apa lg besok bkl terjadi disini. Pertemuan para pejabat dari berbagai Negara ga nyelesain mslh, ttp aja pemanasan global jd isu yg menglobal. Smp kapan? Setidaknya ayo mulai dari diri kita, lingkungan kita, sampai akhirnya berbuat untuk Negara kita. Blm terlambat….itu khan filosofi yg ada pd masyarakat kita? Masih untung….untung dunia blm kiamat, jd masih ada waktu buat para “penjahat” untuk bertaubat!

Wajah Ibu Kota Negara Kita

Mestinya jadi aneh buat Negara yg terkenal dgn rempah2nya dan keindahan alamnya kl ada yg nanya, “kebun bunga di tengah kota Jakarta dimana aja ya?” tp inilah yg terjadi di Indonesia….bangunan bertingkat lebih banyak dibanding tumbuhan hijaunya.

Jakarta sebagai ibu kota Negara semestinya mewakili apa yg bangsa lain tahu tentang Negara kita. Eh ini mlh terkenalan Bali dibanding Jakarta.

Kl denger J.A.K.A.R.T.A:

- - Panas, sumpek, padet, macet, ribet

- - Bangunan bertingingkat

- - Pengangguran

- - Gelandangan

- - Daerah kumuh

- - Sungai & sampah

- - Macet & busway

Semua komplit jadi satu paket wajah Jakarta. Wajah Jakarta aja gitu sbg ibu kota gimana kota2 yg lain dimata dunia?

Semoga dgn gubernur Jakarta yg baru, Jakarta bs lebih baik dari hari kemarin. Masih pagi untuk memulai segalanya lebih baik bagi sang pemimpin baru…..semoga.

Mengenang yang Lalu

Nenek moyangku seorang pelaut….

Sering banget aku nyanyiin bareng papa wkt kecil. Tp…

Gimana skr ya? maritim tp tak maritim banget, TNI AL kita masih klh tenar ama TNI AD nya, pdhl katanya Negara kita lebih luas perairan daripada daratannya. Orang luar aja byk yg pengen pulau kita tp gimana dgn pengamanannya ya? bingung jadinya…..

Berita Gembira?

Judul blog aku khan asam manis indonesiaku?

Tp aku bingung waktu mikirin manisnya indonesiaku yg lg in dibicarain skr.

Mau prestasi, prestasi apa ya? semuanya bencana…lg trend di Indonesia kayaknya (emg ada yg mau dpt bencana?) tp inilh yg terjadi di lapangan, prestasi di bidang olahraga jg di coreng dgn perkelahian antar supporter, mau jd apa indonesia?

Minggu, 23 Desember 2007

Indonesia Kecolongan?

Lanjut dari tulisan sebelumnya "Belajar dari Penajajah", dan dikaitin sm mslh Indonesia VS Malaysia. sbnrnya apa iya mereka yg nyolong?
ini jd bhn introspeksi bg bangsa kita sebenarnya.
jika saja kita ttp mengingat ajaran Belanda mengenai rapinya simpanan arsip2 maka mungkin saja berbagai mslh mengenai sejarah & aset bangsa (ex: supersemar, batik, angklung, lagu rasa sayange, angklung, dll), ga akan jd mslh kyk skr. mslh Indonesia diluar ini aja udh byk, eh pk d tambah2 lg.


celoteh: kl saja negara kita dl lbh rapi & disiplin....
tp blm tlt kog memperbaiki diri.
ayo sejarah & aset budaya bangsa dijaga bareng2.
apa perlu kita dijajah lg baru mau bersatu?

Belajar dari Penjajah

Baca buku "Silaturahmi Walikota Seribu Satu Mesjid" yang ditulis Drs. H. Ahmad Humaidi mengingatkan pada sebuah tulisan yg pnh saya baca, tp saya lupa apa judulnya.

Bahwa orang Indonesia banyak belajar dari borang luar slm dijajah tapi ada satu yg ga diinget, rajinnya org Belanda menyusun arsip-arsip dgn rapi.

dibuku silaturahmi walikota seribu satu mesjid tsb menceritakan pengalaman H.Husni slm menjabat walikota Palembang (Sumsel). ia bercerita ttg pegawai tiga zaman. bagaimana rajinnya pegawai2 pd zaman Belanda, dan hal ini dilanjutkan sampai mereka bekerja pd zaman jepang dan Republik Indonesia skr.
orang Belanda tidak pernah menunda pekerjaan, meski harus lembur sekalipun.
mereka pun tidak pernah menumpuk kertas pekerjaan diatas meja, melainkan menyimpannya dgn rapi di tempat semula.


jika bicara soal disiplin & rapi, bagaimanakah dgn bangsa kita saat ini?
belajarlah dari penjajah.....

Sabtu, 22 Desember 2007

Balikpapan & Perusakan Lingkungan

Dibuka dgn naynya2 soal Balikpapan (Kaltim), berakhir soal perusakan lingkungan.
crt berawal nanyain ttg Balikpapan, standar, & jwbnnya:

  1. panas
  2. kaya akan kekayaan alam
  3. pendudknya pendatang dari Jawa, yang rata2 bekerja dibidang tambang
  4. ga ada nelayan pdhl byk ikan
  5. makanan hambar, banyak pake santan tp ga gurih
  6. ga ada yg khas krn penduduk rata2 pendatang
  7. suku asli orang kutai, tp tmptnya jauh dr kota Balikpapan
  8. banyak hutan & pantai (sdkt tmpt rekreasi)
itu serba sedikit tentang Balikpapan, cerita dr om ayik yg baru mudik dari Balikpapan.
terakhir agak tergelitik dgn pertanyaan, " gimana sih bentuk rehabilitasi lingkungan dari penambang liar?"

jawab:
teori sih ditimbun&ditanami pohon/reboisasi. tp kenyataannya khan perlu wkt ga bs lgs jd.
so, kita menuju kehancuran!
sebenarnya negara lain jg kaya kog, tp mereka memanfaatkan kita dahulu, baru stlh kekayaan alam kita hbs mereka mengeruk milik mereka, indonesia jg tumbal!
sangking kayanya kita, kita penyumbang ke2 kl soal tambang dunia.

cerita sih blh smbg, negara kita kaya akan kekayaan alam. tp kl trs2an dikeruk tanpa re/ulang, apapun itu maka bbrp tahun lg apa yg bs kita banggakan? yg ada negara kita hancur!